Jumat, 25 Januari 2019

COBIT


COBIT (Control Ojective for Information and Related Technology) adalah merupakan kerangka panduan tata kelola TI dan atau bisa juga disebut sebagai toolset pendukung yang bisa digunakan untuk menjembatani gap antara kebutuhan dan bagaimana teknis pelaksanaan pemenuhan kebutuhan tersebut dalam suatu organisasi. COBIT memungkinkan pengembangan kebijakan yang jelas dan sangat baik digunakan untuk IT kontrol seluruh organisasi, membantu meningkatkan kualitas dan nilai serta menyederhanakan pelaksanaan alur proses sebuah organisasi dari sisi penerapan IT.

Cobit berorientasi proses, dimana secara praktis Cobit dijadikan suatu standar panduan untuk membantu mengelola suatu organisasi mencapai tujuannya dengan memanfaatkan IT. Cobit memberikan panduan kerangka kerja yang bisa mengendalikan semua kegiatan organisasi secara detail dan jelas sehingga dapat membantu memudahkan pengambilan keputusan di level top dalam organisasi.



Tools lain untuk melakukan audit TI :

·         Maltego

·         FOCA

·         NMAP

·         Metasploit

·         Burp Suite

Selasa, 08 Januari 2019

Pengertian Proses Pencapaian Tujuan dan Area Pengendalian TI


Konsep 'Proses Pencapaian Tujuan' merupakan suatu kegiatan yang memiliki tujuan dengan menggunakan perencanaan, pengarahan, pengorganisasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien.

Pengendalian TI didefinisikan sebagai suatu pernyataan hasil yang diinginkan atau maksud yang dicapai oleh prosedur pengendalian implementasi dalam kegiatan TI khusus.

Area Pengendalian ada 15 yaitu :

1.      Integritas Sistem 

a.       Ketersediaan dan kesinambungan sistem komputer untuk user  
b.      Kelengkapan, Keakuratan, Otorisasi, serta proses yg auditable  
c.       Persetujuan dari user atas kinerja sistem yang di inginkan  
d.      Preventive maintenance agreements untuk seluruh perlengkapan  
e.       Kesesuaian kinerja antara S/W dan jaringan dengan yang diharapkan  
f.       Serta adanya program yang disusun untuk operasi secara menyeluruh 

2.      Manajemen Sumber Daya 

a.       Faktor-faktor yang melengkapi integritas sistem  
b.      Yaitu meyakini kelangsungan (ongoing) H/W, S/W, SO, S/W aplikasi, dan komunikasi jaringan komputer, telah di pantau dan dikelola pada kinerja yang maksimal namun tetap dengan biaya yang wajar.  
c.       Hal-hal tersebut di dokumentasikan secara formal, demi proses yang berkesinambungan  

3.      Pengendalian Perubahan S/W Aplikasi dan S/W sistem 

a.       Menentukan adanya keterlibatan dan persetujuan user dalam hal adanya perubahan terhadap s/w aplikasi dan s/w sistem  
b.      Setiap pengembangan dan perbaikan aplikasi harus melalui proses formal dan di dokumentasikan serta telah melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem yang dibakukan dan disetujui.  

4.      Backup dan Recovery 

a.       Demi kelangsungan usaha, harus tersedia data processing disaster recovery planning (rencana pemulihan data dan pusat sistem informasi apabila terjadi kehancuran),  
b.      Baik berupa backup dan pemulihan normal, maupun rencana contingency untuk kerusakan pusat SI (lokasi gedung, peralatanya, SDM-nya maupun manualnya).  

5.      Contigency Planning 

a.       Perencanaan yang komprehenshif di dalam mengantisipasi terjadinya terhadap fasilitas pemrosesan SI 
b.      Dimana sebagian besar komponen utama dari disaster recovery plan telah dirumuskan dengan jelas, telah di koordinasikan dan disetujui, seperti critical application systems, identifikasi peralatan dan fasilitas penunjang H/W, sistem S/W dan sebagainya. 

6.      System S/W Support 

a.       Pengukuran pengendalian dalam pengembangan, penggunaan, dan pemeliharaan dari S/W SO, biasanya lebih canggih dan lebih cepat perputarannya dibandingkan dengan S/W aplikasi dengan ketergantungan yang lebih besar kepada staf teknik untuk integritas fungsionalnya  
b.      Pengukuran kendali pengamanan aplikasi individu maupun pengamanan logika sistem secara menyeluruh (systemwide logical security).

7.      Dokumentasi 

a.       Integritas dan ketersediaan dokumen operasi, pengembangan aplikasi, user dan S/W sistem  
b.      Diantaranya dokumentasi program dan sistem, buku pedoman operasi dan schedule operasi,  
c.       Untuk setiap aplikasi sebaiknya tersedia dokumentasi untuk tiap jenjang user. 

8.      Pelatihan atau Training 

a.       Adanya penjenjagan berdasarkan kemampuan untuk seluruh lapisan manajemen dan staf, dalam hal penguasaannya atas aplikasi-aplikasi dan kemampuan teknisnya srta rencana pelatihan yang berkesinambungan  

9.      Administrasi 

a.       Struktur organisasi dan bagannya, rencana strategis, tanggungjawab fungsional, job description, sejalan dengan metoda job accounting dan/atau charge out yang digunakan  
b.      Termasuk didalamnya pengukuran atas proses pengadaan dan persetujuan untuk semua sumber daya SI.  

10.  Pengendalian Lingkungan dan Keamanan Fisik 

a.       Listrik, peyejuk udara, penerang ruangan, pengaturan kelembaban, serta kendali akses ke sumber daya informasi  
b.      Pencegahan kebakaran, ketersediaan sumber listrik cadangan, 
c.       Juga pengendalian dan backup sarana telekomunikasi  

11.  Operasi 

a.       Diprogram untuk merespon permintaan/keperluan SO  
b.      Review atas kelompok SO berdasarkan job schedulling, review yang terus-menerus terhadap operator, retensi terhadap console log message, dokumentasi untuk run/restore/backup atas seluruh aplikasi 
c.       Daftar personel, dan nomor telepon yang harus dihubungi jika muncul masalah SO, penerapan sistem sift dan rotasi serta pengambilan cuti untuk setiap operator. 

12.  Telekomunikasi 

a.       Review terhadap logical and physical access controls,  
b.      Metodologi pengacakan (encryption) terhadap aplikasi electronic data interchange (EDI)  
c.       Adanya supervisi yang berkesinambungan terhadap jaringan komputer dan komitmen untuk ketersediaan jaringan tersebut dan juga redundansi saluran telekomunikasi.  

13.  Program Libraries  

a.       Terdapat pemisahan dan prosedur pengendalian formal untuk application source code dan compiled production program code dengan yang disimpan di application test libraries development 
b.      Terdapat review atas prosedur quality assurance.  

14.  Application Support 

a.       Bahwa proses tetap dapat berlangsung walaupun terjadi kegagalan sistem  
b.      Sejalan dengan kesinambungan proses untuk inisiasi sistem baru, manajemen 
c.       Proyek, proses pengujian yang menyeluruh antara user dan staf SI  
d.      Adanya review baik formal maupun informal terhadap tingkat kepuasan atas SDLC yang digunakan.  

15.  Microcomputer Controls 

a.       Pembatasan yang ketat dalam pengadaan, pengembangan aplikasi, dokumentasi atas aplikasi produksi maupun aplikasi dengan misi yang kritis, sekuriti logika, dan fisik terhadap microcomputer yang dimiliki,  
b.      Serta pembuatan daftar inventaris atas H/W, S/W, serta legalitas dari S/W untuk menghindari tuntutan pelanggaran hak cipta.


Sabtu, 17 November 2018

Audit Sistem Informasi & Perencanaan Audit Sistem Informasi




     Audit sistem informasi adalah sebuah proses sitematis untuk secara objektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai apakah suatu sistem aplikasi komputerisasi yang sudah diterapkan sesuai dengan kriteria yanng telah ditetapkan serta mengkomunikasikan hasil-hasilnya pada para pemakai yang berkepentingan.

     Terdapat tiga aspek penting yang berkaitan dengan definisi kontrol di atas, yaitu :

1.      Kontrol adalah sebuah sistem, dengan kata lain kontrol terdiri atas sekumpulan komponen-komponen yang saling berhubungan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama.

2.      Fokus dari kontrol adalah situasi yang tidak teratur, dimana keadaan ini bisa terjadi jika ada masukan yang tidak semestinya masuk ke dalam sistem.

3.      Kontrol digunakan untuk mencegah, mendeteksi dan memperbaiki situasi yang tidak teratur, sebagai contoh :

a.       Preventive control  : instruksi yang diletakkan pada dokumen untuk mencegah kesalahan pemasukan data

b.      Detective control : Kontrol yang diletakkan pada program yang berfungsi mendeteksi kesalahan pemasukan data

c.       Corrective control : program yang dibuat khusus untuk memperbaiki kesalahan pada data yang mungkin timbul akibat gangguan pada jaringan, komputer ataupun kesalahan user.

     Tahap perencanaan pada audit sistem informasi yang akan dilakukan adalah menentukan ruang lingkup (scope), objek yang akan diaudit, standard evaluasi dari hasil audit dan komunikasi dengan manager pada organisasi yang bersangkutan dengan menganalisa visi, misi, sasaran dan tujuan objek yang diteliti serta strategi, kebijakan-kebijakan yang terkait dengan pengolahan investigasi.

     Perencanaan meliputi beberapa aktivitas utama, yaitu:

1.      Penetapan ruang lingkup dan tujuan audit

     Ruang lingkup audit harus di tentukan agar diketahui secara pasti apa dan kapan akan dilakukan aktifitas audit tersebut. Selain itu tujuan audit juga harus di tentukan sehingga dapat meminimalisir hal - hal yang akan membuat audit tersebut bercabang atau melewati batas pokok tujuan audit.

2.      Pengorganisasian tim audit

     Setelah menentukan ruang lingkup dan tujuan, selanjutnya adalah melakukan pengorganisasian tim audit. Anggota tim yang ada mempuyai tugas masing-masing dalam suatu auditing sistem sesuai dengan keahliannya.

3.      Pemahaman mengenai operasi bisnis klien

     Sebelum melakukan audit tim yang akan melakukan audit harus memahami secara detail mengenai bagian – bagian yang ada pada sistem informasi yang akan di audit.

4.      Menentukan jadwal pelaksanaan

     Suatu rencana audit haruslah mempunyai jadwal pelaksanaan, jadwal tersebut berguna dalam medisiplinkan suatu kegiatan didalam auditing tak hanya itu jadwal tersebut merupakan upaya melakukan strategi dan pembagian tim auditor dalam menangani audit suatu sistem.

5.      Menantukan metode

     Dalam Audit sistem informasi diperlukan penggunaan beberapa metode yang sesuai dengan sistem yang akan di audit, metode ini sangat berpengaruh pada keseluruhan audit dikarenakan data-data yang terkandung pada laporan adalah sebagian besar dari hasil pemakaian beberapa metode.







Sumber :

https://pendidikanmu.com/2015/03/tahapan-audit-sistem-informasi-terlengkap.html

https://simaa40210151245kel5.wordpress.com/2017/05/17/perencanaan-audit-sistem-informasi/

Imbar, Radiant Victor. 2005.  PELAKSANAAN KONTROL DAN AUDIT  SISTEM INFORMASI PADA ORGANISASI. Jurnal Informatika UKM, Vol. I, No. 1 : 11-19

Senin, 16 Oktober 2017

Manusia vs Komputer


Sejak pertama kali komputer ditemukan, komputer terus – menerus mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dimulai dari vacum tube, kemudian digantikan dengan resistor, resistor digantikan dengan integrated circuit, sampai sekarang komponennya semakin mengecil dan kompleks. Tapi, apakah dengan perkembangan yang sangat pesat ini dapat membuat komputer lebih cerdas dari manusia?
Pertama, otak manusia memiliki kurang lebih 1000 miliar neuron yang apabila diibaratkan komputer maka akan memiliki kecepatan sekitar 100 juta MIPS (Million Instruction per Second). Komputer catur tercepat di dunia Deep Blue (1997) hanya memiliki kecepatan sekitar 3 million MIPS. Dari perbandingan tersebut terlihat bahwa otak manusia jauh lebih cepat dibanding dengan komputer.
Kedua, dalam hal pengetahuan umum, intuisi dan kreatifitas manusia masih berada di puncak. Komputer bisa mengerjakan sesuatu lebih cepat dari manusia tapi tidak memiliki kreatifitas seperti manusia. Manusia bisa menciptakan puisi, bermain musik, atau menciptakan penemuan baru. Komputer juga bisa melakukan hal tersebut, tapi komputer tidak memiliki kemampuan “menciptakan” sesuatu seperti manusia.
Ketiga, Menurut  Professor Shlomo Maital, Senior Research Associate dari Technion - Israel Institute of Technology mengatakan “Kecerdasan memiliki dua komponen. Pertama adalah kemampuan untuk belajar dan yang kedua adalah kemampuan untuk menyelesaikan masalah”. Dalam kedua hal tersebut mungkin komputer bisa lebih cedas dari manusia. Misalnya IBM Deep Blue yang berhasil mengalahkan pemain catur terhebat didunia Garry Kasparov. Dari contoh tersebut bisa dikatakan komputer lebih cerdas dari manusia. Tetapi hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Tim yang menyusun Deep Blue menyatakan bahwa tidak ada “kecerdasan” didalamnya. Hanya database besar untuk memulai dan mengakhiri permainan, menghitung dan memperdalam fungsi yang sesuai konsultasi dari Grandmaster, dan terutama kecepatan yang memungkinkan mesin tersebut untuk melihat kedepan rata – rata 14 langkah per giliran.
Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa “saat ini” manusia masih lebih cerdas dibanding komputer. Komputer bisa bekerja lebih cepat dari manusia tetapi tidak memiliki kemampuan seperti manusia. Manusia dapat membuat komputer menjadi cerdas, tetapi hanya dalam hal dimana manusia tersebut mempunyai pengetahuan tentang hal tersebut.

Sumber :
Hans Moravec. 1997. When will computer hardware match the human brain?. Journal of Evolution and Technology. Vol. 1

Lance Whitney. 2017. Are Computers Already Smarter Than Humans?. Diambil dari http://time.com/4960778/computers-smarter-than-humans/

Minggu, 29 Januari 2017

Internet of Things & Industri Game


Apa itu Internet of Things ?


Internet of Things (IoT) adalah suatu konsep dimana user dapat menggunakan berbagai perangkat yang saling terhubung dengan suatu jaringan internet. IoT memnugkinkan berbagai objek fisik dikelola dan dikendalikan dari jarak jauh melalui insfrastruktur jaringan yang tersedia. IoT dirancang untuk menjadi sebuah antarmuka untuk komunikasi untuk mengirim data dari perangkat ke perangkat lain tanpa memerlukan masukan dari pengguna.

Tantangan utama dalam IoT adalah menjembatani antara dunia “fisik” dengan dunia “informasi”. Seperti bagaimana mengolah suatu data yang diperoleh dari suatu device dan mengkonversikannya ke dalam format yang mudah dimengerti sehingga mudah di terima perangkat lain.


Internet of Things dan Industri Game



Munculnya IoT menyebabkan dunia terhubung dengan lebih banyak gadget dan perangkat di jaringan bersama-sama. Perangkat ini akan saling berkomunikasi dan berbagi data. Koneksi dan data yang di bagikan bisa di gunakan untuk banyak aplikasi, termasuk game.
Game telah berulang kali menjadi area bagi berbagai teknologi baru. Karena itu banyak korporasi yang saling bersaing untuk menjadi yang terdepan dalam hal inovasi untuk merintis revolusi game melalui IoT.


Bagaimana IoT memberikan dampak pada Industri Game ?


IoT dapat merevolusi game dengan cara :
  1. Menjembatani celah antara Platform dan Player
    IoT telah memicu inovasi teknologi dalam game dan telah mengubah cara yang digunakan untuk bermain. Sekarang permainan yang lebih interaktif, menggunakan kecerdasan buatan dan dengan sensor dan game fisik membawa pengalaman bermain ke tingkat berikutnya.
  2. Integrasi Platform Online
    Memperluas bidang game online untuk berbagai perangkat yang digunakan dan perangkat dengan internet lainnya dapat memberikan operator game kesempatan untuk mempertahankan agar pemain tetap online. Kemudian operator dapat mendapatkan keuntungan jika pemain hadir secara online.

Contoh Perkembangan IoT dalam Industri Game


IoT memberikan banyak perubahan dalam Industri Game, diantaranya adalah :

  1. Virtual Reality (VR) Gaming

    Dengan VR dapat mengalami secara langsung pengalaman berada dalam area 3 dimensi dan berinteraksi secara langsung selama bermain game. Dengan menggunakan berbagai sensor, player dapat bermain game seolah-olah ia berada di dalam game tersebut.

  2. Motion Gaming



    Motion gaming adalah sistem game yang memungkinkan player dapat berinteraksi dengan sistem dengan gerakan tubuh. Dengan adanya berbagai motion sensor membuat game lebih menyenangkan untuk dimainkan. Dengan motion gaming setiap gerakan yang dibuat player karakter di dalam game melakukan gerakan yang sama.

IoT game tidak hanya bisa digunakan sebagai hiburan yang menyenangkan tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut untuk bertindak sebagai antarmuka antara manusia dan teknologi tingkat tinggi yang akan muncul dalam waktu dekat. Untuk keberhasilan pengembangan sebuah IoT game berbagai teknologi harus dipelajari secara menyeluruh. Game harus mampu secara lancar menghubungkan player dan sistem game. 

Source :

igniteoutsourcing.com/publications/internet-of-things-mobile-gaming/

iotworm.com/internet-of-things-changes-gaming-industry/

Choudhary, Deendayal. Et al. 2015. Internet Of Things-Changing The Game. INTERNATIONAL JOURNAL OF SCIENTIFIC & TECHNOLOGY RESEARCH VOLUME 4, ISSUE 12.

Apri Junaidi. 2015. INTERNET OF THINGS, SEJARAH, TEKNOLOGI
DAN PENERAPANNYA : REVIEW. https://www.researchgate.net/publication/282855443. 28 Januari 2017.


Minggu, 13 November 2016

Struktur Organisasi

 DIMENSI STRUKTUR ORGANISASI


Empat desain keputusan (pembagian kerja, pendelegasian kewenangan, pembagian departemen, dan rentang kendali) menghasilkan struktur organisasi, Para peneliti dan praktisi manajemen berusaha untuk mengembangan pemahaman mengenai hubungan antar struktur dan kinerja, sikap, keefektifan, dan variabel lainnya. Secara umum, gambaran mengenai struktur meliputi formalisasi, sentralisasi, dan kerumitan.


  1. Formalisasi
    Formalisasi mengacu derajat dimana segala harapan mengenai cara dan tujuan pekerjaan dirumuskan, ditulis dan diberlakukan. Suatu organisasi yang sangat formal, akan memuat prosedur dan aturan yang ketat dalam setiap kegiatan / pekerjaan di dalam organisasi. Dengan demikian, semakin formal suatu organisasi, maka semakin ketat pula aturan dan prosedur kerja. Formalisasi merupakan hasil dari spesialisasi kerja yang tinggi, pendelegasian kewenangan yang tinggi, pembagian departemen berdasarkan fungsi, dan luasnya rentang kendali.
  2. Sentralisasi
    Sentralisasi merupakan dimensi struktur organisasi yang mengacu pada derajat dimana kewenangan untuk mengambil keputusan dikuasai oleh manajemen puncak. Hubungan sentralisasi dengan empat desain keputusan adalah sebagai berikut : Semakin tinggi spesialisasi kerja, semakin besar sentralisasi, Semakin sedikit kewenangan yang didelegasikan, semakin besar sentralisasi, Semakin besar penggunaan departemen berdasarkan fungsi, semakin besar sentralisasi, Semakin luas rentang kendali, semakin besar sentralisasi.
  3. Kerumitan
    Kerumitan (complexity) adalah suatu struktur organisasi yang mengacu pada jumlah pekerjaan atau unit yang berbeda dalam organisasi.


DEPARTEMENTALISASI

Pengertian Departementalisasi

Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
  1. Fungsi
  2. Produk atau jasa
  3. Wilayah
  4. Langganan
  5. Proses atau peralatan
  6. Waktu
  7. Pelayanan
  8. Alpa – numeral
  9. Proyek atau matriks

Departementalisasi Fungsional

Departentalisasi fungsional mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi.
Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi. kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi- funsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi. Pendekatan fungsional mempunyai berbagi kelemahan. struktur fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inofatif.

Departementalisasi Divisional

Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan.
Struktur organisasi divisional atas dasar produk. setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk). Divisionalisasi produk adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metoda-metoda pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi.
Sturktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah , kadang-kadang juga disebut depertementalisasi daerah , regional atau geografis , adalah pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.


Kelebihan struktur organisasi divisional dapat diperinci sebagai berikut :
  1. Meletakkan koordinasi dan wewenang yang diperlukan pada tingkat yang sesuai bagi pemberian tanggapan yang cepat.
  2. Menempatkan pengembangan dan implementasi strategi dekat dengan lingkungan divisi yang khas.
  3. Tempat latihan yang baik bagi para manager strategik.
Kelemahah-kelemahan sturktur divisional secara lebih terperinci :
  1. Masalah duplikasi sumberdaya dan peralatan yang tidak perlu.
  2. Dapat menimbulkan tidak konsistennya kebijakan antara divisi-divisi

Model desain organisasi

Model desain organisasi atau struktur organisasi adalah mekanisme-mekanisme formal pengelolaan suatu organisasi yang menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Disain mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standardisasi, koordinasi, sentralisasi, desentralisasi dalam pembuatan keputu­san dan besaran satuan kerja.

Pada penerapannya, model desain orgranisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain organisasi Mekanistik dan Desain organisasi orgranik.

Desain Organisasi Mekanistik.

  • Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.
  • Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi.
  • Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat.
  • Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental.
  • Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif.
  • Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok.
  • Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.

Desain Orgranisasi Orgranik.

  • Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan.
  • Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi.
  • Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.
  • Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental.
  • Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok.
  • Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
  • Proses kendali menyeber ke seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri.

Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub untit di dalamnya.

Desain struktur subunit didesain sesuai dengan kontinummekanistik organik dengan cara yang konsisten dengan keadaan kondisi lingkungan, khususnya laju perubahan yamg lebih lambat, ketidak pastian yg lebih besar & rentang waktu balikan yang lebih singkat sesuai demgam desain mekanistik.

Desain teknik integratif tekhnik yang cocok, apakah peraturan, perencanaan atau penyesuaian bersama, bergantung pada tingkat diferensiasi sub unit. Semakin besar diferensiasinya semakin besar perlunya peraturan dan perencanaan.


Source :
https://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/dimensi-struktur-organisasi/
http://rizkyfebriyanto.blogspot.co.id/2013/06/departementalisasi.html
http://raitosun.blogspot.co.id/2012/03/model-desain-organisasi.html

Sabtu, 12 November 2016

Tren Inovasi Masa Depan "Brain Computer Interface"



Perkembangan teknologi yang begitu pesat terus menerus terjadi setiap saat. Meski semuannya diawali dengan sesuatu yang hampir bisa dibilang ‘tidak masuk akal’ tapi seiring dengan perkembangan zaman semuannya bisa jadi kenyataan. Salah satu inovasi yang mulai muncul pada saat ini adalah BCI.

BCI atau Brain Computer Interface adalah suatu cara yang digunakan untuk berinsteraksi dengan komputer atau alat elektronik lainnya hanya dengan pikiran. Bayangkan saja dengan BCI kita dapat melakukan kontrol pada komputer tanpa melakukan gerakan apapun.



BCI dimulai dari penemuan inovasi ‘Electroencephalogram (EEG)’ oleh Hans Berger yang menyatakan bahwa adanya aktivitas listrik dari interaksi neutron di dalam otak. Pada tahun 1998, Philip Kennedy menandai perkembangan yang signifikan pada bidang pemetaan otak. Kemudian John Donoghue dan timnya dari Brown University researchers membentuk sebuah perusahaan, Cyberkinetics pada tahun 2001.

Cara kerja hardware BCI salah satunya adalah buatan NeuroSky adalah sebagai berikut, pertama-tama alat tersebut akan diletakkan di titik-titik tertentu di kepala untuk mengukur adanya potensial listrik. Kemudian potensial listrik tersebut dialirkan untuk selanjutnya di filter dari gangguan yang mungkin terjadi. Setelah di filter potensial listrik tersebut akan di analisa dan menghasilkan sinyal frekuensi. Akhirnya sinyal frekuensi terseut akan di kirimkan ke komputer dan kemudian akan digunakan untuk menjalankan perintah didalam komputer.


Saat ini BCI masih belum banyak digunakan untuk umum. Tapi sudah banyak perusahaan yang melakukan penelitian dan pengembangan inovasi CBI ini. Dan mungkin tidak lama lagi kita bisa merasakan kemudahan yang melakukan banyak hal hanya dengan menggunakan pikiran. Dan tidak diragukan lagi diasa depan nanti mungkin segala sesuatu sudah menjadi lebih mudah karena kita dapat melakukan apapun tanpa melakukan banyak gerakan.

Source :
http://www.brainvision.co.uk/blog/2014/04/the-brief-history-of-brain-computer-interfaces/
Nitish Kumar. 2008.  Seminar Report Brain Computer Interface. Cochin University Of Science & Technology.
Nauval Hafiluddin. 30 September 2013. BRAIN COMPUTING: PENGGUNAAN GELOMBANG OTAK DALAM TEKNOLOGI KOMPUTASI. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara 




Minggu, 06 November 2016

KEPEMIMPINAN

Pengertian Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah suatu kekuatan yang menggerakkan perjuangan atau kegiatan yang menuju sukses. Kepemimpinan dapat juga diartikan sebagai proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi aktivitas kelompok dalam rangka perumusan dan pencapaian tujuan. Kepemimpinan berasal dari kata pemimpin. Pengertian pemimpin adalah suatu peran atau ketua dalam sistem di suatu organisasi atua kelompok. Sedangkan kepemiminan merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk memengaruhi orang-orang untuk bekerja mencapai tujuan dan sasaran.


Macam Macam Teori Kepemimpinan

Dari beberapa sumber tentang teori kepemimpinan, beberapa teori kepemimpinan diantaranya sebagai berikut:

  1. Teori Sifat : Teori kepemimpinan yang satu ini disebut trait theory. Ini merupakan teori kepemimpinan yang mempertanyakan sifat sifat yang membuat seseorang dapat menjadi pemimpin. Dalam teori ini, tentu saja, memiliki kesimpulan bahwa seorang pemimpin itu ada karena dilahirkan, atau sesuai dengan sifat yang mereka miliki.
  2. Teori kelompok: Teori kepemimpinan yang mengutamakan pertukaran positif dari pemimpin kepada para anggota dalam mencapai tujuan tujuan kelompok ataupun organisasi. Dalam teori ini, dipercaya bahwa dengan adanya hubungan saling tukar pendapat antara pemimpin dan anggota, tujuan organisasi ataupun kelompok dapat tercapai.
  3. Teori situasional dan model kontijensi: Teori kepemimpinan yang berisikan tentang seorang pemimpin itu lahir dan ada karena adanya berbagai faktor situasional yang membuat anggota dan pemimpin saling bergantung satu sama lain dalam organisasi.
  4. Teori situasional Hersey dan Blanchard: Teori kepemimpin yang memungkinkan pemusatan perhatian pada para anggota dengan mengatur gaya kepemimpinan tergantung pada kesiapan dan tingkat kedewasaan para anggota.
  5. Teori pertukaran Pemimpin – anggota: Dalam teori ini dijelaskan bahwa dalam seorang pemimpin haruslah membagi dua area dalam organisasi ataupun kelompok mereka, yaitu kelompok luar dan kelompok dalam. Anggota dari kelompok dalam memiliki status kinerja yang lebih tinggi dari kelompok luar begitupun dengan tingkat kepuasan bersama pemimpin mereka.
  6. Teori jalur tujuan: Teori kepemimpin ini beranggapan bahwa tugas seorang pemimpin adalah membantu para anggota dalam mencapai tujuan dan memberikan arahan ataupun dukungan yang perlu guna memastikan tujuan mereka sesuai dengan sasaran keseluruhan dari kelompok ataupun organisasi.
  7. Teori Sumber  Daya Kognitif: Ini merupakan teori kepemimpinan yang menyatakan bahwa seorang pemimpin memperoleh kinerja kelompok yang efektif dengan membuat rencana rencana keputusan dan strategi yang efektif lalu mengomunikasikan kepada para anggota melalui pengaruh perilaku.
  8. Teori Neokharismatik: Teori kepemimpinan yang cukup keren namanya ini menekankan pada simbolisme yang dimiliki seorang pemimpin. Seorang pemimpin dalam organisasi haruslah memiliki daya tarik emosional dan para angggota mempunyai komitmen yang luar biasa.
  9. Teori Kepemimpinan kharismatik: Teori ini mengemukakan bahwa para anggota organisasi mengakui kepemimpinan seorang pemimpin dengan mengamati perilaku perilaku tertentu yang dimilikinya khususnya yang bersifat heroik. Teori ini sedikit berbeda dengan teori kepemimpinan neokharismatik yang seakan akan pemimpin adalah orang yang paling diakui dan lebih dari semua anggotanya.


Fungsi Kepemimpinan 


  • Fungsi Kepemimpinan Secara Umum - Kepemimpinan memiliki beberapa fungsi antara lain sebagai berikut
  • Memprakarsai struktur organisasi 
  • Menjaga koordinasi dan integrasi di dalam organisasi agar dapat berjalan dengan efektif. 
  • Merumuskan tujuan institusional atau organisasional dan menentukan sarana serta cara-cara yang efisien dalam mencapai tujuan tersebut. 
  • Mengatasi pertentangan serta konflik-konflik yang muncul dan mengadakan evaluasi serta evaluasi ulang. 
  • Mengadakan revisi, perubahan, inovasi pengembangna dan penyempurnaan dalam organisais.
  • Pada hakikatnya, fungsi kepemimpinan terdiri dari dua aspek yaitu sebagai berikut... 
  • Fungsi Administrasi, yaitu mengadakan formulasi kebijaksanaan administrasi dan menyediakan fasilitasnya. 
  • Fungsi Sebagai Top Manajemen, adalah mengadakan planning, organizing, staffing, directing, commanding, controlong, dsb.


Macam – macam Tipe Kepemimpinan:


Tipe Kepemimpinan Kharismatis

Tipe kepemimpinan karismatis memiliki kekuatan energi, daya tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya. Kepemimpinan kharismatik dianggap memiliki kekuatan ghaib (supernatural power) dan kemampuan-kemampuan yang superhuman, yang diperolehnya sebagai karunia Yang Maha Kuasa. Kepemimpinan yang kharismatik memiliki inspirasi, keberanian, dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitas kepemimpinan kharismatik memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar.


Tipe Kepemimpinan Paternalistis/Maternalistik

Kepemimpinan paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan yang kebapakan dengan sifat-sifat sebagai berikut:

  • Mereka menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum dewasa, atau anak sendiri yang perlu dikembangkan, 
  • Mereka bersikap terlalu melindungi, 
  • Mereka jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri, 
  • Mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif, (5) mereka memberikan atau hampir tidak pernah memberikan kesempatan pada pengikut atau bawahan untuk mengembangkan imajinasi dan daya kreativitas mereka sendiri, 
  • Selalu bersikap maha tahu dan maha benar.

Sedangkan tipe kepemimpinan maternalistik tidak jauh beda dengan tipe kepemimpinan paternalistik, yang membedakan adalah dalam kepemimpinan maternalistik terdapat sikap over-protective atau terlalu melindungi yang sangat menonjol disertai kasih sayang yang berlebih lebihan.

Tipe Kepemimpinan Militeristik

Tipe kepemimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah: (1) lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando, keras dan sangat otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana, (2) menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan, (3) sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan, (4) menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya, (5) tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawahannya, (6) komunikasi hanya berlangsung searah.

Tipe Kepemimpinan Otokratis (Outhoritative, Dominator)

Kepemimpinan otokratis memiliki ciri-ciri antara lain:

  • Mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi, 
  • Pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal, 
  • Berambisi untuk merajai situasi, 
  • Setiap perintah dan kebijakan selalu ditetapkan sendiri, 
  • Bawahan tidak pernah diberi informasi yang mendetail tentang rencana dan tindakan yang akan dilakukan, 
  • Semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan atas pertimbangan pribadi, 
  • Adanya sikap eksklusivisme, 
  • Selalu ingin berkuasa secara absolut, 
  • Sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno, ketat dan kaku, 
  • Pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh.


Tipe Kepemimpinan Laissez Faire

Pada tipe kepemimpinan ini praktis pemimpin tidak memimpin, dia membiarkan kelompoknya dan setiap orang berbuat semaunya sendiri. Pemimpin tidak berpartisipasi sedikit pun dalam kegiatan kelompoknya. Semua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya sendiri. Pemimpin hanya berfungsi sebagai simbol, tidak memiliki keterampilan teknis, tidak mempunyai wibawa, tidak bisa mengontrol anak buah, tidak mampu melaksanakan koordinasi kerja, tidak mampu menciptakan suasana kerja yang kooperatif. Kedudukan sebagai pemimpin biasanya diperoleh dengan cara penyogokan, suapan atau karena sistem nepotisme. Oleh karena itu organisasi yang dipimpinnya biasanya morat marit dan kacau balau.

Tipe Kepemimpinan Populistis

Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.

Tipe Kepemimpinan Administratif/Eksekutif

Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat-teknokrat dan administratur-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi, indutri, manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat.


Tipe Kepemimpinan Demokratis

Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan, dengan penekanan pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik. kekuatan kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.
Kepemimpinan demokratis menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. Bersedia mengakui keahlian para spesialis dengan bidangnya masing-masing. Mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang tepat.

Source:
http://www.artikelsiana.com/2015/08/pengertian-kepemimpinan-fungsi-sejarah.html#
http://www.learniseasy.com/2015/09/pengertian-kepemimpinan-dan-teori-kepemimpinan.html
http://belajarpsikologi.com/tipe-tipe-kepemimpinan/

Minggu, 30 Oktober 2016

Teori Pengambilan Keputusan

Definisi Pengambilan Keputusan


Shull, Delbecq & Cummings (dalam Taylor, 1994) mendefinisikan pengambilan keputusan sebagai suatu kesadaran dalam proses manusia, menyangkut individu dan fenomena sosial, berdasarkan hal-hal yang fakta dan aktual yang menghasilkan pilihan dari satu aktivitas perilaku yang berasal dari satu atau lebih pilihan.

Definisi di atas senada dengan pernyataan Morgan (1986) bahwa pengambilan keputusan merupakan salah satu jalan dari penyelesaian masalah dimana kita dihadapkan dengan berbagai pilihan yang harus kita pilih. Menurut Baron & Byrne (2005) pengambilan keputusan merupakan tindakan menggabungkan dan mengintegrasikan informasi yang ada untuk memilih satu dari beberapa kemungkinan tindakan.


Dari pengertian-pengertian tentang pengambilan keputusan di atas dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan adalah tindakan yang diambil dengan sengaja, tidak secara kebetulan, dengan memilih berbagai alternatif yang tersedia dengan penentuan yang matang dengan tujuan menyelesaikan suatu permasalahan.

Dasar Dalam Pengambilan Keputusan


George R. Terry menyebutkan 5 dasar   dalam pengambilan keputusan, yaitu:
Intuisi
Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi adalah pengambilan keputusan  yang berdasarkan perasaan yang sifatnya subyektif.  Dalam pengambilan keputusan berdasarkan intusi ini, meski waktu yang digunakan untuk mengambil keputusan relatif pendek, tetapi keputusan yang dihasilkan seringkali relatif  kurang baik karena seringkali mengabaikan dasar-dasar pertimbangan lainnya.

Pengalaman
Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis, karena dengan pengalaman yang dimiliki seseorang, maka dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat memperhitungkan untung-ruginya dan baik-buruknya keputusan yang akan dihasilkan.

Wewenang
Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya, atau oleh orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih rendah kedudukannya. Hasil keputusannya dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama dan memiliki otentisitas (otentik),  tetapi  dapat menimbulkan sifat rutinitas, mengasosiasikan dengan praktek diktatorial dan sering melewati permasalahan yang seharusnya dipecahkan sehingga dapat menimbulkan kekaburan.

Fakta
Pengambilan keputusan berdasarkan data dan fakta empiris dapat memberikan keputusan yang sehat, solid dan baik. Dengan fakta, tingkat kepercayaan terhadap pengambil keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang dada.

Rasional
Pada pengambilan keputusan yang berdasarkan rasio, keputusan yang dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan dan konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan. Pengambilan keputusan secara rasional ini berlaku sepenuhnya dalam keadaan yang ideal. Pada pengambilan keputusan secara rasional terdapat beberapa hal sebagai berikut:
1. Kejelasan masalah: tidak ada keraguan dan kekaburan masalah.
2. Orientasi tujuan: kesatuan pengertian tujuan yang ingin dicapai.
3. Pengetahuan alternatif: seluruh alternatif diketahui jenisnya dan konsekuensinya.
4. Preferensi yang jelas: alternatif bisa diurutkan sesuai kriteria.
5. Hasil maksimal: pemilihan alternatif terbaik berdasarkan atas hasil ekonomis yang maksimal.

Macam-Macam Pengambilan Keputusan 


Keputusan Auto Generated
Keputusan ini diambil dengan cepat dan kurang memperhatikan, mempertimbangkan data, informasi, fakta, dan lapangan keputusan nya.
Keputusan Induced

Keputusan induced diambil berdasarkan scientific management atau manajemen ilmiah, sehingga keputusan itu logis, ideal, rasional untuk dilaksanakan dan resiko nya relatif kecil, proses pengambilan keputusan lebih lambat.

Teknik-Teknik Pengambilan keputusan 


  • Operation Research yaitu dengan penggunaan metode-metode scientific (yang meliputi teknik-teknik matematis) dalam analisis dan pemecahan suautu maslah tertentu, penerapan teknik ini adalah usaha inventarisasi.
  • Linear Programming yaitu dengan menggunakan rumus-rumus matematik yang disebut juga vector analysis.
  • Gaming War Games yaitu dengan teori yang biasa nya digunakan untuk menentukan strategi.
  • Probability yaitu dengan teori kemungkinan yang dapat diterapkan pada kalkulasi rasionalitas hal-hal yang tidak normal, mengenai sebuah keputusan yang dipertimbangkan dan diperhitungkan.
  • Rangking and statistical weighting yaitu dengan cara melokalisasi berbagai faktor yang akan mempengaruhi keputusan terakhir dan menimbang faktor-faktor yang dapat dibandingkan dan yang tercakup didalam setiap alternatif.


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan

Menurut George R.Terry (1989) faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan sebagai berikut:
  • Hal-hal yang berwujud maupun tidak berwujud, yang emosional maupun rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan;
  • Setiap keputusan nantinya harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi;
  • Setiap keputusan janganlah berorientasi pada kepentingan pribadi, perhatikan kepentingan orang lain;
  • Jarang sekali ada 1 pilihan yang memuaskan;
  • Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental. Dari tindakan mental ini kemudian harus diubah menjadi tindakan fisik;
  • Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang  cukup lama;
  • Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang baik;
  • Setiap keputusan hendaknya dikembangkan, agar dapat diketahui apakah keputusan yang diambil itu betul; dan
  • Setiap keputusan itu merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya.


Source
http://www.landasanteori.com/2015/09/pengertian-pengambilan-keputusan_18.html
http://informatika.web.id/5-dasar-dalam-pengambilan-keputusan.htm
http://www.seputarilmu.com/2015/11/macam-macam-pengambilan-keputusan-dalam.html



Sabtu, 29 Oktober 2016

Trend Inovasi Masa Kini "VOICE SYNTHESIZER"



Voice synthesis / Speech synthesis adalah produksi tiruan dari ucapan manusia. Sistem komputer yang digunakan untuk tujuan ini disebut Speech komputer atau Speech Synthesizer (Voice Synthesizer), dan dapat diimplementasikan dalam produk perangkat lunak ataupun perangkat keras.

Prosedur Teks-to-speech (TTS) sintesis terdiri dari dua tahap utama. Yang pertama adalah analisis teks, di mana input teks ditranskripsi menjadi fonetik atau beberapa lainnya menjadi representasi linguistik, dan yang kedua adalah pembentukan gelombang suara, di mana output akustik dihasilkan dari informasi fonetik ini. Kedua fase biasanya disebut sebagai high dan low level synthesis.

Voice synthesis dapat diproduksi dengan beberapa metode yang berbeda. Semua metode memiliki beberapa manfaat dan kekurangan sendiri. Metode bisa diklasifikasikan menjadi tiga kelompok:
  1. Articulatory synthesis, yang menggunakan model sistem produksi ucapan manusia secara langsung.
  2. Formant synthesis,  yang menggunakan panjang gelombang untuk memproduksi suara yang berbeda.
  3. Concatenative synthesis, menggunakan sampel rekaman dengan panjang yang berbeda berasal dari suara manusia asli.


Salah satu contoh software Voice Synthesizer adalah Vocaloid.



Vocaloid adalah voice synthesizer yang diproduksi oleh Yamaha Coproration. Software ini menggunakan metode Concatenative synthesis yaitu dengan menggunakan rekaman suara manusia. Vocaloid biasanya digunakan untuk membuat lagu.

Software Vocaloid terpisah menjadi 2 bagian utama, yaitu Editor dan Voice Bank. 

Vocaloid Editor adalah dimana user melakukan input lirik dan juga melodi dari lagu yang akan dibuat. Lirik yang diinputkan bisa diedit sehingga sesuai dengan melodi yang diinginkan. Ada banyak sekali penyesuaian yang bisa dilakukan sepeti keseimbangan suara, pernapasan, tinggi rendahnya suara, dll.

Vocaloid Editor


Sedangkan Voice Bank adalah sampel suara yang sudah direkam. Teks yang diketikkan pada editor akan dirubah ke suara di voice bank tersebut ketika diputar. Satu voice bank hanya berisi satu karakter suara. Ada lebih dari 50 voice bank yang bisa digunakan oleh vocaloid.

Voice Bank

Dengan menggunakan software vocaloid ini kita dapat membuat lagu meski tanpa memiliki vocalis. Hanya membutuhkan instrumen dan lirik lagu dan juga sedikit usaha untuk membuatnya.


Source :
  • Sami Lemmetty. (1999). Review of Speech Synthesis Technology. (Thesis). Espoo: Helsinki Universty Of Technology
  • www.vocaloid.com




Sabtu, 15 Oktober 2016

Komunikasi

Pengertian Komunikasi


Komunikasi berasal dari bahasa inggris yang memiliki asal usul kata dari bahasa latin yaitu communis artinya milik bersama atau membagi yang merupakan sebuah proses untuk membangun kebersamaan dan pengertian. Kemudian secara terminologi, komunikasi adalah proses penyampaian suatu pernyataan oleh satu pihak kepada pihak yang lainnya atau banyak pihak supaya bisa terhubung dengan lingkungan yang ada disekitarnya.

Pengertian Komunikasi menurut ahli
  • Pengertian komunikasi menurut William J. Seller adalah suatu proses dimana simbol nonverbal dan verbal dikirimkan, diterima dan diberi makna
  • Pengertian komunikasi menurut Carl I. Hovland adalah sebuah proses yang mungkin seseorang dapat menyampaikan rangsangan atau dengan lambang verbal yang bertujuan untuk mengubah pola tingkah laku orang lain.
  • Pengertian komunikasi menurut Deddy Mulyana terdiri atas tiga konseptual yaitu komunikasi sebagai interaksi, komunikasi sebagai interaksi dan komunikasi sebagai tindakan satu arah.


Jenis-jenis Komunikasi


Komunikasi berdasarkan Penyampaian

Berdasarkan cara penyampaian informasi dapat dibedakan menjadi 2 ( dua ), yaitu :
  • Komunikasi verbal ( Lisan )Yang terjadi secara langsung serta tidak dibatasi oleh jarak , dimana kedua belah pihak dapat bertatap muka. Contohnya dialog dua orang.
    Yang terjadi secara tidak langsung akibat dibatasi oleh jarak. contohnya komunikasi lewat telepon.
  • Komunikasi nonverbal ( Tertulis )Naskah , yang biasanya digunakan untuk menyampaikan kabar yang bersifat kompleks.
    Gambar dan foto akibat tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata atau kalimat.

Komunikasi berdasarkan Prilaku

Komunikasi bedasarkan prilaku dapat dibedakan menjadi :
  • Komunikasi Formal , yaitu komunikasi yang terjadi diantara organisasi atau perusahaan yang tata caranya sudah diatur dalam struktur organisasinya. Contohnya seminar.
  • Komunikasi Informal , yaitu komunikasi yang terjadi pada sebuah organisasi atau perusahaan yang tidak ditentukan dalam struktur organisasi serta tidak mendapat kesaksian resmi yang mungkin tidak berpengaruh kepada kepentingan organisasi atau perusahaan. Contohnya kabar burung , desas-desus, dan sebagainya.
  • Komunikasi Nonformal , yaitu komunikasi yang terjadi antara komunikasi yang bersifat formal dan informal , yaitu komunikasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi atau perusahaan dengan kegiatan yang bersifat pribadi anggota organisasi atau perusahaan tersebut. Contohnya rapat mengenai ulang tahun perusahaan.


Komunikasi berdasarkan Kelangsungannya

Berdasarkan Kelangsungannya , komunikasi dapat dibedakan menjadi :
  • Komunikasi Langsung , yaitu proses komunikasi dilakukan secara langsung tanpa bantuan perantara orang ketiga ataupun media komunikasi yang ada dan tidak dibatasi oleh adanya jarak.
  • Komunikas Tidak Langsung , yaitu proses komunikasinya dilaksanakan dengan bantuan pihak ketiga atau bantuan alat - alat media komunikasi.


Komunikasi Berdasarkan Maksud Komunikasi

Berdasarkan maksud komunikasi dapat dibedakan sebagai berikut :
  • ·         Berpidato
  • ·         Memberi Ceramah
  • ·         Wawancara
  • ·         Memberi Perintah alias Tugas


Komunikasi Berdasarkan Ruang Lingkup
Berdasarkan Ruang Lingkupnya , komunikasi dapat dibedakan sebagai berikut :
  • Komunikasi InternalKomunikasi internal dapat dibedakan menjadi 3 ( tiga ) macam , yaitu :

·         Komunikasi vertikal yang terjadi di dalam bentuk komunikasi dari pemimpin kepada anggota , seperti perintah , teguran , pujian , dan sebagainya.
·         Komunikasi horizontal yang terjadi di dalam ruang lingkup organisasi atau perusahaan diantara orang - orang yang memiliki kedudukan sejajar .
·         Komunikasi diagonal yang terjadi di dalam ruang lingkup organisasi atau perusahaan diantara orang - orang yang memiliki kedudukan berbeda pada posisi tidak sejalur vertikal.
  • Komunikasi EksternalKomunikasi yang terjadi antara organisasi atau perusahaan dengan pihak masyarakat yang ada diluar organisasi atau perusahaan tersebut. Komunikasi eksternal dimaksudkan untuk memperoleh pengertian , kepercayaan , bantuan dan kerjasama dengan masyarakat.
    Komunikasi dengan pihak luar bisa berbentuk : Eksposisi , pameran , promosi, dan sebagainya.

Komunikasi Bedasarkan Jumlah Yang Berkomunikasi

Komunikasi berdasarkan Jumlah yang berkomunikasi , dapat dibedakan menjadi :
  • Komunikasi Perseorangan , yaitu komunikasi yang terjadi dengan cara perseorangan atau individu antara pribadi dengan pribadi mengenai persoalan yang bersifat pribadi juga.
  • Komunikasi Kelompok , yaitu komunikasi yang terjadi pada kelompok mengenai persoalan - persoalan yang menyangkut kepentingan kelompok. Perbedaanya dengan komunikasi perseorangan yaitu komunikasi ini lebih terbuka dibandingkan dengan komunikasi perseorangan.

Komunikasi Berdasarkan Peranan Individu

Dalam komunikasi ini , peranan individu sangat mempengaruhi kesuksesan proses komunikasinya. Berikut beberapa macam komunikasi berdasarkan peranan individu, diantaranya :
  • Komunikasi antar individu dengan individu yang lain. Komunikasi ini terjadi secara nonformal maupun informal , individu bertindak sebagai komunikator mampu mempengaruhi individu yang lain.
  • Komunikasi antar individu dengan lingkungan yang lebih luas. Komunikasi ini terjadi karena individu yang dimaksud memiliki kemampuan yang tinggi untuk mengadakan hubungan dengan lingkungan yang lebih luas.
  • Komunikasi antar individu dengan dua kelompok atau lebih. Pada komunikasi ini individu berperan sebagai perantara antara dua kelompok atau lebih, sehingga dituntut kemampuan yang prima untuk menjadi penyelaras yang harmonis.


Komunikasi Berdasarkan Jaringan Kerja

Didalam suatu  organisasi atau perusahaan , komunikasi akan terlaksana berdasarkan sistem yang ditetapkan dalam jaringan kerja. Komunikasi berdasarkan jaringan kerja ini dapat dibedakan menjadi :
  • Komunikasi jaringan kerja rantai , yaitu komunikasi terjadi menurut saluran hirarki organisasi dengan jaringan komando sehingga mengikuti pola komunikasi formal.
  • Komunikasi jaringan kerja lingkaran , yaitu komunikasi terjadi melalui saluran komunikasi yang berbentuk seperti pola lingkaran.
  • Komunikasi jaringan bintang ,  yaitu komunikasi terjadi melalui satu sentral dan saluran yang dilewati lebih pendek.


Komunikasi Berdasarkan Ajaran Informasi

Komunikasi berdasarkan Ajaran Informasi dapat dibedakan menjadi :
  • ·         Komunikasi satu arah , yaitu komunikasi yang berjalan satu pihak saja (one way Communication).
  • ·         Komunikasi dua arah , yaitu komunikasi yang bersifat timbal balik (two ways communication).
  • ·         Komunikasi ke atas , yaitu komunikasi yang terjadi dari bawahan terhadap atasan.
  • ·         Komunikasi ke bawah , yaitu komunikasi yang terjadi dari atasan terhadap bawahan.
  • ·         Komunikasi kesamping , yaitu komunikasi yang terjadi diantara orang yang mempunyai kedudukan sejajar.


Komunikasi Efektif

Komunikasi efektif adalah komunikasi yang bertujuan agar komunikan dapat memahami pesan yang disampaikan oleh komunikator dan komunikan memberikan umpan balik yang sesuai dengan pesan.
Agar komunikasi efektif terjadi terdapat 2 hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
  • ·         Keselarasan elemen-elemen komunikasi dengan pesan. Elemen-elemen komunikasi harus mendukung isi pesan.Elemen-elemen komunikasi tersebut adalah komunikator,  encoding, saluran,  decoding, dan komunikannya. Komunikasi akan efektif jika terdapat keselarasan isi pesan dengan elemen-elemen lain dari proses komunikasi.
  •       Minimalisasi hambatan komunikasi.
    Komunikasi akan efektif jika hambatan berhasil diminimalkan. Hambatan komunikasi dapat terjadi pada tiap elemen komunikasi termasuk pada situasi komunikasi


Implikasi Manajerial

Dalam kamus besar bahasa Indonesia implikasi mempunya arti yaitu akibat.kata implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek salah satu aspek yang akan saya bahas kali ini implikasi manajerial. Dalam manajemen sendiri terdapat 2 implikasi yaitu :
  • ·         Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
  • ·         Implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.

Jadi implikasi manajerial memiliki arti Proses Pengambilan Keputusan Partisipatif Dalam Organisasi manajerial yang baik.




Source : 


http://www.vedcmalang.com/pppptkboemlg/index.php/menuutama/edukasi/505-komunikasi-efektif-empatik-dan-persuasif