Sabtu, 17 November 2018

Audit Sistem Informasi & Perencanaan Audit Sistem Informasi




     Audit sistem informasi adalah sebuah proses sitematis untuk secara objektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai apakah suatu sistem aplikasi komputerisasi yang sudah diterapkan sesuai dengan kriteria yanng telah ditetapkan serta mengkomunikasikan hasil-hasilnya pada para pemakai yang berkepentingan.

     Terdapat tiga aspek penting yang berkaitan dengan definisi kontrol di atas, yaitu :

1.      Kontrol adalah sebuah sistem, dengan kata lain kontrol terdiri atas sekumpulan komponen-komponen yang saling berhubungan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama.

2.      Fokus dari kontrol adalah situasi yang tidak teratur, dimana keadaan ini bisa terjadi jika ada masukan yang tidak semestinya masuk ke dalam sistem.

3.      Kontrol digunakan untuk mencegah, mendeteksi dan memperbaiki situasi yang tidak teratur, sebagai contoh :

a.       Preventive control  : instruksi yang diletakkan pada dokumen untuk mencegah kesalahan pemasukan data

b.      Detective control : Kontrol yang diletakkan pada program yang berfungsi mendeteksi kesalahan pemasukan data

c.       Corrective control : program yang dibuat khusus untuk memperbaiki kesalahan pada data yang mungkin timbul akibat gangguan pada jaringan, komputer ataupun kesalahan user.

     Tahap perencanaan pada audit sistem informasi yang akan dilakukan adalah menentukan ruang lingkup (scope), objek yang akan diaudit, standard evaluasi dari hasil audit dan komunikasi dengan manager pada organisasi yang bersangkutan dengan menganalisa visi, misi, sasaran dan tujuan objek yang diteliti serta strategi, kebijakan-kebijakan yang terkait dengan pengolahan investigasi.

     Perencanaan meliputi beberapa aktivitas utama, yaitu:

1.      Penetapan ruang lingkup dan tujuan audit

     Ruang lingkup audit harus di tentukan agar diketahui secara pasti apa dan kapan akan dilakukan aktifitas audit tersebut. Selain itu tujuan audit juga harus di tentukan sehingga dapat meminimalisir hal - hal yang akan membuat audit tersebut bercabang atau melewati batas pokok tujuan audit.

2.      Pengorganisasian tim audit

     Setelah menentukan ruang lingkup dan tujuan, selanjutnya adalah melakukan pengorganisasian tim audit. Anggota tim yang ada mempuyai tugas masing-masing dalam suatu auditing sistem sesuai dengan keahliannya.

3.      Pemahaman mengenai operasi bisnis klien

     Sebelum melakukan audit tim yang akan melakukan audit harus memahami secara detail mengenai bagian – bagian yang ada pada sistem informasi yang akan di audit.

4.      Menentukan jadwal pelaksanaan

     Suatu rencana audit haruslah mempunyai jadwal pelaksanaan, jadwal tersebut berguna dalam medisiplinkan suatu kegiatan didalam auditing tak hanya itu jadwal tersebut merupakan upaya melakukan strategi dan pembagian tim auditor dalam menangani audit suatu sistem.

5.      Menantukan metode

     Dalam Audit sistem informasi diperlukan penggunaan beberapa metode yang sesuai dengan sistem yang akan di audit, metode ini sangat berpengaruh pada keseluruhan audit dikarenakan data-data yang terkandung pada laporan adalah sebagian besar dari hasil pemakaian beberapa metode.







Sumber :

https://pendidikanmu.com/2015/03/tahapan-audit-sistem-informasi-terlengkap.html

https://simaa40210151245kel5.wordpress.com/2017/05/17/perencanaan-audit-sistem-informasi/

Imbar, Radiant Victor. 2005.  PELAKSANAAN KONTROL DAN AUDIT  SISTEM INFORMASI PADA ORGANISASI. Jurnal Informatika UKM, Vol. I, No. 1 : 11-19

Senin, 16 Oktober 2017

Manusia vs Komputer


Sejak pertama kali komputer ditemukan, komputer terus – menerus mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dimulai dari vacum tube, kemudian digantikan dengan resistor, resistor digantikan dengan integrated circuit, sampai sekarang komponennya semakin mengecil dan kompleks. Tapi, apakah dengan perkembangan yang sangat pesat ini dapat membuat komputer lebih cerdas dari manusia?
Pertama, otak manusia memiliki kurang lebih 1000 miliar neuron yang apabila diibaratkan komputer maka akan memiliki kecepatan sekitar 100 juta MIPS (Million Instruction per Second). Komputer catur tercepat di dunia Deep Blue (1997) hanya memiliki kecepatan sekitar 3 million MIPS. Dari perbandingan tersebut terlihat bahwa otak manusia jauh lebih cepat dibanding dengan komputer.
Kedua, dalam hal pengetahuan umum, intuisi dan kreatifitas manusia masih berada di puncak. Komputer bisa mengerjakan sesuatu lebih cepat dari manusia tapi tidak memiliki kreatifitas seperti manusia. Manusia bisa menciptakan puisi, bermain musik, atau menciptakan penemuan baru. Komputer juga bisa melakukan hal tersebut, tapi komputer tidak memiliki kemampuan “menciptakan” sesuatu seperti manusia.
Ketiga, Menurut  Professor Shlomo Maital, Senior Research Associate dari Technion - Israel Institute of Technology mengatakan “Kecerdasan memiliki dua komponen. Pertama adalah kemampuan untuk belajar dan yang kedua adalah kemampuan untuk menyelesaikan masalah”. Dalam kedua hal tersebut mungkin komputer bisa lebih cedas dari manusia. Misalnya IBM Deep Blue yang berhasil mengalahkan pemain catur terhebat didunia Garry Kasparov. Dari contoh tersebut bisa dikatakan komputer lebih cerdas dari manusia. Tetapi hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Tim yang menyusun Deep Blue menyatakan bahwa tidak ada “kecerdasan” didalamnya. Hanya database besar untuk memulai dan mengakhiri permainan, menghitung dan memperdalam fungsi yang sesuai konsultasi dari Grandmaster, dan terutama kecepatan yang memungkinkan mesin tersebut untuk melihat kedepan rata – rata 14 langkah per giliran.
Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa “saat ini” manusia masih lebih cerdas dibanding komputer. Komputer bisa bekerja lebih cepat dari manusia tetapi tidak memiliki kemampuan seperti manusia. Manusia dapat membuat komputer menjadi cerdas, tetapi hanya dalam hal dimana manusia tersebut mempunyai pengetahuan tentang hal tersebut.

Sumber :
Hans Moravec. 1997. When will computer hardware match the human brain?. Journal of Evolution and Technology. Vol. 1

Lance Whitney. 2017. Are Computers Already Smarter Than Humans?. Diambil dari http://time.com/4960778/computers-smarter-than-humans/

Minggu, 29 Januari 2017

Internet of Things & Industri Game


Apa itu Internet of Things ?


Internet of Things (IoT) adalah suatu konsep dimana user dapat menggunakan berbagai perangkat yang saling terhubung dengan suatu jaringan internet. IoT memnugkinkan berbagai objek fisik dikelola dan dikendalikan dari jarak jauh melalui insfrastruktur jaringan yang tersedia. IoT dirancang untuk menjadi sebuah antarmuka untuk komunikasi untuk mengirim data dari perangkat ke perangkat lain tanpa memerlukan masukan dari pengguna.

Tantangan utama dalam IoT adalah menjembatani antara dunia “fisik” dengan dunia “informasi”. Seperti bagaimana mengolah suatu data yang diperoleh dari suatu device dan mengkonversikannya ke dalam format yang mudah dimengerti sehingga mudah di terima perangkat lain.


Internet of Things dan Industri Game



Munculnya IoT menyebabkan dunia terhubung dengan lebih banyak gadget dan perangkat di jaringan bersama-sama. Perangkat ini akan saling berkomunikasi dan berbagi data. Koneksi dan data yang di bagikan bisa di gunakan untuk banyak aplikasi, termasuk game.
Game telah berulang kali menjadi area bagi berbagai teknologi baru. Karena itu banyak korporasi yang saling bersaing untuk menjadi yang terdepan dalam hal inovasi untuk merintis revolusi game melalui IoT.


Bagaimana IoT memberikan dampak pada Industri Game ?


IoT dapat merevolusi game dengan cara :
  1. Menjembatani celah antara Platform dan Player
    IoT telah memicu inovasi teknologi dalam game dan telah mengubah cara yang digunakan untuk bermain. Sekarang permainan yang lebih interaktif, menggunakan kecerdasan buatan dan dengan sensor dan game fisik membawa pengalaman bermain ke tingkat berikutnya.
  2. Integrasi Platform Online
    Memperluas bidang game online untuk berbagai perangkat yang digunakan dan perangkat dengan internet lainnya dapat memberikan operator game kesempatan untuk mempertahankan agar pemain tetap online. Kemudian operator dapat mendapatkan keuntungan jika pemain hadir secara online.

Contoh Perkembangan IoT dalam Industri Game


IoT memberikan banyak perubahan dalam Industri Game, diantaranya adalah :

  1. Virtual Reality (VR) Gaming

    Dengan VR dapat mengalami secara langsung pengalaman berada dalam area 3 dimensi dan berinteraksi secara langsung selama bermain game. Dengan menggunakan berbagai sensor, player dapat bermain game seolah-olah ia berada di dalam game tersebut.

  2. Motion Gaming



    Motion gaming adalah sistem game yang memungkinkan player dapat berinteraksi dengan sistem dengan gerakan tubuh. Dengan adanya berbagai motion sensor membuat game lebih menyenangkan untuk dimainkan. Dengan motion gaming setiap gerakan yang dibuat player karakter di dalam game melakukan gerakan yang sama.

IoT game tidak hanya bisa digunakan sebagai hiburan yang menyenangkan tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut untuk bertindak sebagai antarmuka antara manusia dan teknologi tingkat tinggi yang akan muncul dalam waktu dekat. Untuk keberhasilan pengembangan sebuah IoT game berbagai teknologi harus dipelajari secara menyeluruh. Game harus mampu secara lancar menghubungkan player dan sistem game. 

Source :

igniteoutsourcing.com/publications/internet-of-things-mobile-gaming/

iotworm.com/internet-of-things-changes-gaming-industry/

Choudhary, Deendayal. Et al. 2015. Internet Of Things-Changing The Game. INTERNATIONAL JOURNAL OF SCIENTIFIC & TECHNOLOGY RESEARCH VOLUME 4, ISSUE 12.

Apri Junaidi. 2015. INTERNET OF THINGS, SEJARAH, TEKNOLOGI
DAN PENERAPANNYA : REVIEW. https://www.researchgate.net/publication/282855443. 28 Januari 2017.


Minggu, 13 November 2016

Struktur Organisasi

 DIMENSI STRUKTUR ORGANISASI


Empat desain keputusan (pembagian kerja, pendelegasian kewenangan, pembagian departemen, dan rentang kendali) menghasilkan struktur organisasi, Para peneliti dan praktisi manajemen berusaha untuk mengembangan pemahaman mengenai hubungan antar struktur dan kinerja, sikap, keefektifan, dan variabel lainnya. Secara umum, gambaran mengenai struktur meliputi formalisasi, sentralisasi, dan kerumitan.


  1. Formalisasi
    Formalisasi mengacu derajat dimana segala harapan mengenai cara dan tujuan pekerjaan dirumuskan, ditulis dan diberlakukan. Suatu organisasi yang sangat formal, akan memuat prosedur dan aturan yang ketat dalam setiap kegiatan / pekerjaan di dalam organisasi. Dengan demikian, semakin formal suatu organisasi, maka semakin ketat pula aturan dan prosedur kerja. Formalisasi merupakan hasil dari spesialisasi kerja yang tinggi, pendelegasian kewenangan yang tinggi, pembagian departemen berdasarkan fungsi, dan luasnya rentang kendali.
  2. Sentralisasi
    Sentralisasi merupakan dimensi struktur organisasi yang mengacu pada derajat dimana kewenangan untuk mengambil keputusan dikuasai oleh manajemen puncak. Hubungan sentralisasi dengan empat desain keputusan adalah sebagai berikut : Semakin tinggi spesialisasi kerja, semakin besar sentralisasi, Semakin sedikit kewenangan yang didelegasikan, semakin besar sentralisasi, Semakin besar penggunaan departemen berdasarkan fungsi, semakin besar sentralisasi, Semakin luas rentang kendali, semakin besar sentralisasi.
  3. Kerumitan
    Kerumitan (complexity) adalah suatu struktur organisasi yang mengacu pada jumlah pekerjaan atau unit yang berbeda dalam organisasi.


DEPARTEMENTALISASI

Pengertian Departementalisasi

Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
  1. Fungsi
  2. Produk atau jasa
  3. Wilayah
  4. Langganan
  5. Proses atau peralatan
  6. Waktu
  7. Pelayanan
  8. Alpa – numeral
  9. Proyek atau matriks

Departementalisasi Fungsional

Departentalisasi fungsional mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi.
Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi. kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi- funsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi. Pendekatan fungsional mempunyai berbagi kelemahan. struktur fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inofatif.

Departementalisasi Divisional

Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan.
Struktur organisasi divisional atas dasar produk. setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk). Divisionalisasi produk adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metoda-metoda pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi.
Sturktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah , kadang-kadang juga disebut depertementalisasi daerah , regional atau geografis , adalah pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.


Kelebihan struktur organisasi divisional dapat diperinci sebagai berikut :
  1. Meletakkan koordinasi dan wewenang yang diperlukan pada tingkat yang sesuai bagi pemberian tanggapan yang cepat.
  2. Menempatkan pengembangan dan implementasi strategi dekat dengan lingkungan divisi yang khas.
  3. Tempat latihan yang baik bagi para manager strategik.
Kelemahah-kelemahan sturktur divisional secara lebih terperinci :
  1. Masalah duplikasi sumberdaya dan peralatan yang tidak perlu.
  2. Dapat menimbulkan tidak konsistennya kebijakan antara divisi-divisi

Model desain organisasi

Model desain organisasi atau struktur organisasi adalah mekanisme-mekanisme formal pengelolaan suatu organisasi yang menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Disain mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standardisasi, koordinasi, sentralisasi, desentralisasi dalam pembuatan keputu­san dan besaran satuan kerja.

Pada penerapannya, model desain orgranisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain organisasi Mekanistik dan Desain organisasi orgranik.

Desain Organisasi Mekanistik.

  • Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.
  • Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi.
  • Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat.
  • Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental.
  • Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif.
  • Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok.
  • Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.

Desain Orgranisasi Orgranik.

  • Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan.
  • Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi.
  • Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.
  • Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental.
  • Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok.
  • Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
  • Proses kendali menyeber ke seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri.

Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub untit di dalamnya.

Desain struktur subunit didesain sesuai dengan kontinummekanistik organik dengan cara yang konsisten dengan keadaan kondisi lingkungan, khususnya laju perubahan yamg lebih lambat, ketidak pastian yg lebih besar & rentang waktu balikan yang lebih singkat sesuai demgam desain mekanistik.

Desain teknik integratif tekhnik yang cocok, apakah peraturan, perencanaan atau penyesuaian bersama, bergantung pada tingkat diferensiasi sub unit. Semakin besar diferensiasinya semakin besar perlunya peraturan dan perencanaan.


Source :
https://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/dimensi-struktur-organisasi/
http://rizkyfebriyanto.blogspot.co.id/2013/06/departementalisasi.html
http://raitosun.blogspot.co.id/2012/03/model-desain-organisasi.html

Sabtu, 12 November 2016

Tren Inovasi Masa Depan "Brain Computer Interface"



Perkembangan teknologi yang begitu pesat terus menerus terjadi setiap saat. Meski semuannya diawali dengan sesuatu yang hampir bisa dibilang ‘tidak masuk akal’ tapi seiring dengan perkembangan zaman semuannya bisa jadi kenyataan. Salah satu inovasi yang mulai muncul pada saat ini adalah BCI.

BCI atau Brain Computer Interface adalah suatu cara yang digunakan untuk berinsteraksi dengan komputer atau alat elektronik lainnya hanya dengan pikiran. Bayangkan saja dengan BCI kita dapat melakukan kontrol pada komputer tanpa melakukan gerakan apapun.



BCI dimulai dari penemuan inovasi ‘Electroencephalogram (EEG)’ oleh Hans Berger yang menyatakan bahwa adanya aktivitas listrik dari interaksi neutron di dalam otak. Pada tahun 1998, Philip Kennedy menandai perkembangan yang signifikan pada bidang pemetaan otak. Kemudian John Donoghue dan timnya dari Brown University researchers membentuk sebuah perusahaan, Cyberkinetics pada tahun 2001.

Cara kerja hardware BCI salah satunya adalah buatan NeuroSky adalah sebagai berikut, pertama-tama alat tersebut akan diletakkan di titik-titik tertentu di kepala untuk mengukur adanya potensial listrik. Kemudian potensial listrik tersebut dialirkan untuk selanjutnya di filter dari gangguan yang mungkin terjadi. Setelah di filter potensial listrik tersebut akan di analisa dan menghasilkan sinyal frekuensi. Akhirnya sinyal frekuensi terseut akan di kirimkan ke komputer dan kemudian akan digunakan untuk menjalankan perintah didalam komputer.


Saat ini BCI masih belum banyak digunakan untuk umum. Tapi sudah banyak perusahaan yang melakukan penelitian dan pengembangan inovasi CBI ini. Dan mungkin tidak lama lagi kita bisa merasakan kemudahan yang melakukan banyak hal hanya dengan menggunakan pikiran. Dan tidak diragukan lagi diasa depan nanti mungkin segala sesuatu sudah menjadi lebih mudah karena kita dapat melakukan apapun tanpa melakukan banyak gerakan.

Source :
http://www.brainvision.co.uk/blog/2014/04/the-brief-history-of-brain-computer-interfaces/
Nitish Kumar. 2008.  Seminar Report Brain Computer Interface. Cochin University Of Science & Technology.
Nauval Hafiluddin. 30 September 2013. BRAIN COMPUTING: PENGGUNAAN GELOMBANG OTAK DALAM TEKNOLOGI KOMPUTASI. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara